Berita

Berita Thumbnail
Jumat, 21 November 2025

Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Akuntansi: Dr. Arya Darmawan, SE., M.Ak

Pada hari Jumat, 13 Juni 2025, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi dengan konsentrasi Akuntansi di Kampus A, gedung Hendriawan Sie (S), lantai 8. Dalam acara tersebut, Dr. Arya Darmawan, SE., M.Ak dinyatakan lulus sebagai doktor dengan predikat “Sangat Memuaskan”, lulusan ke-192 dari program doktoral konsentrasi akuntasi.

Disertasi yang berjudul “Pengaruh Tata Kelola Keberlanjutan dan Transformasi Digital terhadap Kinerja Perusahaan dengan Etika Bisnis sebagai Variabel Moderasi ” mengkaji Tata Kelola Keberlanjutan dan Transformasi Digital terhadap Kinerja Perusahaan dengan Etika Bisnis sebagai Variabel Moderasi. Penelitian ini memberikan kebaruan dalam pengukuran variabel produksi hijau dengan menambahkan 3 dimensi dan 40 indikator baru.

Sidang ini dipimpin oleh Ketua Sidang, Prof. Dr. Yolanda Masnita Siagian, MM., CIRR., CMA, CPMA (Asia), didampingi Ketua Konsentrasi Program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Akuntansi Sekaligus sebagai Sekretaris yaitu Prof. Dr. Etty Murwaningsari, Ak., MM., CA, dengan Promotor Prof. Dr. Khomsiyah, Ak., CA., FCMA., CGMA., CRIB., dan Co-Promotor Prof. Dr. Titik Aryati, Ak., M.Si., CA., CCFA. Tim penguji terdiri dari Dr. Murtanto, M.Si., Ak., CA., CPIA., CCFA.; Dr. Vinola Herawaty, Ak., M.Si., CA.; dan Penguji Luar Prof. Dr. Tri Widyastuti, SE., Ak., M.M., CA.

Novelty Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pengukuran tata kelola perusahaan dengan memasukkan unsur keberlanjutan yang belum diakomodasi dalam penelitian sebelumnya oleh Ledi & Ameza–Xemalordzo (2023). Penelitian terdahulu hanya mencakup tiga dimensi utama, yaitu struktur dan komposisi dewan, struktur kepemilikan, serta etika dan kepatuhan. Dalam penelitian ini, model tersebut diperluas dengan menambahkan tiga dimensi baru, yakni dimensi Tata Kelola Keberlanjutan berdasarkan POJK No. 51 Tahun 2017 dengan enam indikator, dimensi Keberlanjutan dan Ketahanan (ACGS 2023) dengan sembilan belas indikator, serta dimensi IT Governance dengan tiga belas indikator. Selain itu, penelitian ini juga melakukan modifikasi terhadap indikator yang sudah ada dan menambahkan indikator baru yang terkait dengan pelatihan dan pengembangan teknologi informasi serta pemanfaatan media sosial.

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan tata kelola keberlanjutan yang baik berperan penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan, sementara transformasi digital masih memerlukan penguatan dalam implementasinya. Selain itu, hasil pengujian moderasi menunjukkan bahwa etika bisnis terbukti memperkuat pengaruh tata kelola keberlanjutan maupun transformasi digital terhadap kinerja perusahaan. Pengujian model ekspansi yang menambahkan tiga dimensi baru—POJK No. 51 Tahun 2017, Keberlanjutan dan Ketahanan (ACGS 2023), serta IT Governance—juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Dari ketiga dimensi tersebut, dimensi Keberlanjutan dan Ketahanan memberikan pengaruh paling besar karena mencakup aspek strategis seperti kepatuhan terhadap standar pelaporan global (GRI, IFRS, SASB), pengelolaan rantai pasok hijau, keterlibatan pemangku kepentingan, dan kebijakan antikorupsi.

Dengan pencapaian ini, Dr. Arya Darmawan, SE., M.Ak diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata baik secara akademik maupun praktis dalam mendorong implementasi tata kelola keberlanjutan dan transformasi digital yang beretika di lingkungan korporasi Indonesia. Secara akademik, hasil penelitian ini memperluas pemahaman teoretis tentang bagaimana dimensi keberlanjutan, ketahanan, dan tata kelola teknologi informasi dapat membentuk kerangka tata kelola yang lebih adaptif terhadap tantangan global. Sementara secara praktis, pencapaian ini dapat menjadi pedoman bagi perusahaan dalam merancang strategi bisnis yang lebih berkelanjutan melalui integrasi prinsip etika, inovasi teknologi, dan tanggung jawab sosial-lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkuat posisi akademisi dalam pengembangan ilmu akuntansi keberlanjutan dan tata kelola, tetapi juga memberikan arah strategis bagi regulator dan pelaku industri untuk meningkatkan daya saing nasional melalui praktik bisnis yang transparan, inklusif, dan selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs).

 

Floatin Button
Floatin Button