Berita

Berita Thumbnail
Kamis, 27 November 2025

Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi: Dr. Asri Zaldin, SE., Ak., M.Ak., CA, CPA, Asean CPA

Pada hari Selasa, 4 November 2025, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi dengan konsentrasi Akuntansi di Kampus A, gedung Hendriawan Sie (S), lantai 8. Dalam acara tersebut, Dr. Asri Zaldin, SE., Ak., M.Ak., CA, CPA, Asean CPA dinyatakan lulus sebagai doktor dengan predikat “Sangat Memuaskan”, lulusan ke-191 dari program doktoral konsentrasi akuntasi.

 Disertasi yang berjudul “Pengaruh Fintech Innovation, Diversification dan Institutional Ownership terhadap Probability Gagal Bayar yang dimoderasi oleh Non-Performing Loan pada Perbankan di ASEAN” mengkaji Fintech Innovation, Diversification dan Institutional Ownership terhadap Probability Gagal Bayar dan di moderasi oleh Non-Performing Loan. Penelitian ini memberikan kebaruan dalam pengukuran Non-Performing Loan dengan menambahkan climate risk sesuai dengan SDG 13.

Sidang ini dipimpin oleh Ketua Sidang, Prof. Dr. Yolanda Masnita Siagian, MM., CIRR., CMA, CPMA (Asia), didampingi Ketua Konsentrasi Program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Akuntansi Sekaligus sebagai Promotor yaitu Prof. Dr. Etty Murwaningsari, Ak., MM., CA, dengan co-promotor Dr. Sekar Mayangsari, Ak., CA., CMA. Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Titik Aryati, Ak, M.Si., CA, Dr. Harti Budi Yanti, S.E., Ak., M.Si, Dr. Indra Saputra, M.Si., Ak., CA, Penguji Luar Prof.Dr. Dr. Aminullah Assagaf, S.E., M.M., M.Ak.

Novelty Signifikansi penelitian ini adalah mengembangkan pengukuran baru untuk non-performing loan neto yaitu rasio pemberian kredit yang mengacu pada Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9/SEOJK.03/2020 Tentang transparansi dan publikasi laporan bank umum konvensional dengan mempertimbangkan risiko iklim yang dapat terjadi. Penggunaan SEOJK Nomor 9/SEOJK.03/2020 menjadi penting sebagai alternatif pengukuran yang lebih sesuai dan relevan untuk risiko bisnis.

Hasil Penelitian ini menunjukan (1) tidak terdapat pengaruh positif fintech innovation terhadap probability gagal bayar, (2) terdapat pengaruh negatif diversification terhadap probability gagal bayar, (3) tidak terdapat pengaruh negatif  institutional ownership terhadap probability gagal bayar, (4) tidak terdapat pengaruh positif non-performing loan memoderasi fintech innovation terhadap probability gagal bayar, (5) tidak terdapat pengaruh negatif non-performing loan memoderasi diversification terhadap probability gagal bayar dan (6) tidak terdapat pengaruh negatif non-performing loan memoderasi institutional ownership terhadap probability gagal bayar. Pengujian sensitivitas menggunakan climate risk sebagai ukuran non-performing loans dan memberikan hasil yang konsisten dengan pengujian yang utama. Uji ekspansi dengan menggunakan empat negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura dengan menemukan dimensi baru dari cadangan kerugian penurunan nilai dengan pengaruh yang sangat signifikan.

Dengan pencapaian ini, Dr. Asri Zaldin diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mendorong perusahaan berkomitmen pada mitigasi risiko anggaran, alokasi anggaran hijau dan keamanan siber untuk menciptakan sistem pengelolaan risko anggaran yang dapat meningkatkan kesadaran risiko, ikut andil mengendalikan dampak negatif perubahan iklim dan pemanasan global, serta meningkatkan keamanan siber data perusahaan.

 

Floatin Button
Floatin Button